Customer Care : 024 76928020
Ambulance : 024 76928022
Poli Rawat jalan : 024 76928023

Saat ini botol minum plastik atau tumbler tengah digemari oleh sebagian besar masyarakat dunia. Selain sebagai salah satu cara untuk menghemat uang, penggunaan botol minum sendiri juga diperuntukan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan. Seperti yang kita tahu, penggunaan botol plastik air mineral dengan berbagai merek yang banyak di pasaran nyatanya menyumbang sampah lingkungan yang semakin menumpuk. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin lingkungan akan semakin tercemar.
Meski begitu, botol minum yang banyak dijual di pasaran tidak semuanya aman digunakan. Beberapa jenis botol justru berisiko tinggi mengancam kesehatan karena mengandung bahan kimia yang berbahaya. Itu sebabnya, agar Anda tidak salah pilih, ketahui beragam tips memilih botol minum yang aman berikut ini.
Bahan Yang Digunakan
Umumnya, botol air yang bisa digunakan kembali terbuat dari bahan poliester, polikarbonat, polietilena, polipropilena, besi (stainless steel), alumunium, atau kaca. Beragam jenis bahan tersebut tentunya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Namun, botol yang paling tahan lama terbuat dari stainless steel dan alumunium. Pasalnya, botol minum yang terbuat dari kedua bahan tersebut memang lebih kuat. Bahan-bahan tersebut tetap awet, baik dalam suhu dingin dan panas.
Walaupun terbilang aman dan berkualitas, penggunaan botol minum yang berbahan stainless steel dan alumunium bisa mengalami korosi dari waktu ke waktu. Kalau sudah terlalu lama, kandungan zat besi dan serpihan alumunium akan menimbulkan rasa yang aneh pada air minum Anda. Jika dikonsumsi terlalu lama, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Jadi kalau rasa air minum Anda sudah mulai aneh, jangan pakai lagi botol tersebut.
Tanda Pada Botol Minum Plastik
Tidak semua botol air minum berbahan plastik berbahaya. Pasalnya, ada beberapa jenis bahan plastik yang memang aman untuk digunakan berkali-kali, dengan catatan Anda jeli memperhatikan tanda yang tertera pada botol.
Anda bisa mengecek label dan nomor kode di bagian bawah botol. Tanda tersebut berupa segitiga yang di dalamnya terdapat angka. Di bawah segitiga, biasanya juga tercantum tulisan yang menjelaskan jenis plastik yang digunakan.
Produk plastik dengan angka 1 hanya dapat digunakan satu kali saja. Produk dengan angka 2 dan 4 cukup aman untuk digunakan dua atau tiga kali. Jangan sekali-kali memilih botol untuk minum bernomor 3, 6, dan 7. Pasalnya, botol tersebut dinilai cukup berbahaya dan berisiko tinggi mencemari air yang dikonsumsi.
Sedangkan produk plastik yang paling aman digunakan adalah yang bersimbol angka 5 karena berbahan polipropilena yang dinilai lebih aman dari gangguan risiko kesehatan. Namun, jenis botol ini terbilang cukup mahal. Jadi Anda harus mengeluarkan uang sedikit lebih banyak.
Cari botol yang memiliki label BPA-Free
Selain itu, untuk memastikan keamanan botol plastik, Anda dapat memilih botol plastik yang mencantumkan label BPA-Free yang berarti bebas kandungan BPA. Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman.
Meskipun terus dilakukan penelitan untuk memastikan efek samping penggunaannya, BPA telah dikaitkan dengan berbagai macam efek bahaya bagi kesehatan, mulai dari cacat lahir, masalah dengan otak dan fungsi sistem saraf, kelainan reproduksi, dan beberapa jenis kanker.
Pilih botol dengan lingkaran leher yang lebar
Sebisa mungkin, pilih botol minum yang lingkar lehernya cukup lebar. Hal ini bertujuan agar botol yang Anda gunakan mudah dibersihkan sampai ke bagian dasarnya. Sedangkan penggunaan botol yang memiliki lingkaran kecil cenderung sulit disikat dan dibersihkan. Akibatnya, botol tersebut lebih rentan ditumbuhi bakteri, jamur, atau bahkan lumut di dalamnya.
Sumber : Kompas.com
Alasan kenapa Bayi Sering Kentut
Bagi seorang anak, bermain merupakan hak yang harus diberikan kepadanya sebagai bentuk kegiatan mereka sehari-hari. Banyak manfaat yang bisa mereka dapatkan ketika mereka bisa bermain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Dan tiap anak, tiap umur memiliki pilihan sendiri dalam menentukan permainan mereka.
Sebagai orang tua kta dituntuk untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain, menyediakan alat-alat yang mereka butuhkan dan yang tidak boleh kita tinggalkan adalah pendampingan. Yah kita memang harus mendampingi anak-anak kita saat mereka bermain untuk memberikan penjelasan tentang aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan.
Yang perlu diperhatikan saat memilih mainan untuk anak kita yaitu:
1. Memilih mainan anak berdasarkan usia. Salah satu caranya yaitu dengan melhat label yang tertera pada setiap mainan anak-anak yang hendak kita beli
2. Bagi anak berusia 0-2 tahun, jangan memberikan mainan dengan ukuran yang kecil untuk menghindari mainan termakan oleh mereka
3. Memilih mainan yang aman dengan menghindari mainan yang ukurannya besar, keras, atau bertepi tajam
4. Sebisa mungkin memberikan mainan yang dapat dibersihkan/ dicuci untuk menjaga kebersihannya
5. Jangan memberikan mainan yang memiliki tali panjang untuk menghindari jeratan dan lilitan khususnya pada bayi.
6. Hindari mainan yang bisa menembak secara otomatis sehingga berpotensi melukai mata
Saat itu mahasiswa cantik yang bernama Pasuda Reaw mendapatkan informasi adanya klinik yang bisa menghapuskan tato dengan menggunakan teknik Rejuvi. Rejuvi merupakan sebuah metode pada kulit untuk menghilangkan tato. Satu di antaranya adalah menggunakan laser, yang bentuknya menyerupai sebuah pistol kecil. Sebuah terobosan baru bagi orang yang ingin menghilangkan tato di tubuhnya dengan mudah tanpa mengalami rasa sakit yang berlebihan
Ketika datang ke klinik tersebut, Pasuda percaya dan yakin bahwa tato bergambar mawar di dadanya itu akan segera hilang. Dan proses penghilangan tato pun di mulai. Pada awalnya, apa yang diinginkan gadis berusia 21 tahun tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Akan tetapi, 2 bulan kemudian Pasuda merasakan kesakitan pada kulit di bekas tato yang dingin dihilangkannya. Tanpa diduga, proses penghapusan tato menggunakan metode itu justru membuat kulitnya mengalami....
Baca lanjutannya di sini :